Peraturan Kebijakan Google Adsense 2014

 

Klik dan tayangan tidak valid

Penayang dilarang mengeklik iklan mereka sendiri atau menggunakan cara apa pun untuk memalsukan peningkatan tayangan dan/atau klik, termasuk dengan metode manual. Dilarang menguji iklan Anda sendiri dengan cara mengekliknya.
Google menangani aktivitas tidak valid dengan sangat serius, menganalisis semua klik dan tayangan agar dapat menentukan kesesuaiannya dengan pola penggunaan yang dapat memalsukan peningkatan biaya pengiklan atau penghasilan penayang. Jika kami menilai bahwa salah satu akun AdMob dapat berisiko bagi pengiklan, kami akan menonaktifkan akun tersebut untuk melindungi kepentingan pengiklan.
Harap perhatikan bahwa Anda dilarang mengeklik iklan Anda sendiri dengan alasan apa pun.
Penayang yang dinonaktifkan karena aktivitas tidak valid atau melanggar kebijakan kami mungkin tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi lebih lanjut dalam solusi monetisasi penayang Google lainnya. Ini berarti bahwa, misalnya, jika penayang memiliki akun AdMob yang dinonaktifkan karena aktivitas tidak valid atau pelanggaran kebijakan, mereka tidak akan dapat menggunakan AdSense untuk memonetisasi, dan sebaliknya. Oleh karena itu, penayang ini tidak boleh membuka akun baru.
Jika penayang membuka akun tambahan, akun akan ditandai sebagai duplikat, lalu satu atau kedua akun tersebut akan dinonaktifkan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai aktivitas tidak valid, harap kunjungi Pusat Sumber Daya Kualitas Lalu Lintas Iklan.
Penayang disarankan untuk bereksperimen dengan berbagai jenis penempatan dan format iklan, namun harus mematuhi kebijakan penempatan iklan berikut.

Jumlah iklan per laman

Jumlah iklan pada satu layar tidak boleh lebih dari satu bila iklan diposisikan secara tetap pada bagian atas atau bagian bawah layar. Jika laman digulir, hanya satu iklan yang boleh terlihat di layar pada saat itu, dan, menurut kebijakan program AdSense, penayang tidak boleh menempatkan lebih dari 3 unit iklan pada satu laman penuh.

Kebijakan penerapan

Selain kebijakan penempatan iklan AdSense, penayang AdMob harus mematuhi kebijakan penerapan khusus aplikasi berikut:
  • Iklan tidak boleh ditempatkan sangat dekat atau di bawah tombol atau objek lain yang memungkinkan pengguna tidak sengaja mengeklik saat berinteraksi dengan aplikasi Anda.
  • Iklan tidak boleh ditempatkan di lokasi yang menutupi atau menyembunyikan area yang ingin dilihat pengguna selama interaksi biasa. Iklan tidak boleh ditempatkan di area yang akan diklik secara acak oleh pengguna atau tersentuh jari pengguna di layar.
  • Iklan tidak boleh ditempatkan pada layar 'buntu'. Harus disediakan cara untuk keluar dari layar tanpa mengeklik iklan (misalnya, tombol 'kembali' atau 'menu'). Jika tidak, pengguna harus diberitahu dulu bahwa tombol beranda merupakan cara untuk keluar dari aplikasi tersebut.

Iklan dalam aplikasi

Aplikasi hanya boleh menggunakan SDK untuk meminta iklan.

Pengecualian terhadap kebijakan AdSense

Pada prinsipnya, semua penayang AdMob harus mengikuti kebijakan program online kami, namun ada kebijakan tertentu yang berbeda antara AdSense dan AdMob. Silakan lihat pengecualian berikut ini.

Penempatan iklan

Kami tidak lagi mengizinkan iklan AdSense tradisional di aplikasi seluler, dan sebagai gantinya mengharuskan penayang yang ingin memonetisasi aplikasi mereka untuk menggunakan SDK AdMob.

Perilaku iklan

AdMob memiliki fungsi penyegaran iklan yang dapat digunakan oleh aplikasi seluler yang menggunakan SDK Iklan Seluler Google. Rasio penyegaran tidak boleh ditetapkan ke nilai di luar rentang yang ditetapkan di SDK.

Tombol +1

  • Penayang tidak boleh menjual atau mentransmisikan data apa pun kepada orang lain yang terkait dengan aktivitas penggunaan tombol Google +1 (atau yang serupa) ("tombol +1") oleh pengguna. Larangan ini mencakup, namun tidak terbatas pada, setiap penggunaan piksel, cookie, atau metode lain untuk mengenali klik pengguna tersebut pada tombol +1, yang datanya kemudian diungkapkan, dijual, atau dibagikan dengan pihak lain.
  • Penayang tidak boleh mencoba menggali identitas pengguna tombol +1 kecuali atas persetujuan pengguna penayang untuk membagikan identitasnya dengan penayang melalui prosedur otorisasi AdMob yang telah disetujui. Larangan ini mencakup pengidentifikasian pengguna tersebut dengan mengaitkan data pelaporan tombol +1 dari AdMob dengan data penayang.

Sub-sindikasi dan mediasi jaringan iklan

Penayang tidak boleh memasuki hubungan sub-sindikasi (yaitu, Google harus memiliki hubungan langsung dengan penayang, bukan melalui pihak perantara).

Pembagian informasi yang dibatasi

  • Metrik: Penayang tidak boleh berbagi akses ke konsol pelaporan AdMob (kecuali sebelumnya telah mendapatkan persetujuan tertulis dari AdMob tentang metrik yang akan dibagi).
  • Kode: Penayang tidak boleh berbagi kode sumber SDK Google atau kode SDK Google yang tidak dikompilasi dengan pihak ketiga mana pun.

Mediasi

Layanan mediasi jaringan AdMob ditujukan untuk mengaktifkan akses bagi permintaan pengiklan pihak pertama dalam jaringan iklan pihak ketiga yang berpartisipasi (dan bukan untuk permintaan dari penukaran, mediator, atau pengoptimal). Pelaporan dalam AdMob untuk iklan yang ditayangkan melalui fitur mediasi jaringan AdMob mungkin berbeda dari pelaporan oleh jaringan iklan pihak ketiga. AdMob tidak memiliki tanggung jawab terhadap perbedaan dalam pelaporan, atau terhadap kinerja, hasil perangkat lunak, atau jaringan iklan pihak ketiga. Hal-hal berikut berlaku untuk fitur mediasi jaringan AdMob dan mediasi jaringan pihak ketiga yang mungkin digunakan oleh penayang:
  • Penayang akan mematuhi setiap pedoman penerapan dan teknis tambahan seperti yang mungkin disediakan oleh AdMob;
  • Setelah panggilan iklan AdMob dilakukan, pihak ketiga tidak boleh memengaruhi atau mengubah penayangan atau penampilan iklan;
  • Bagi hasil akan dibayarkan hanya kepada penayang; dan
  • AdMob tidak diwajibkan untuk memberikan dukungan kepada, menjamin kompatibilitas dengan, atau mendiskusikan penyelesaian perbedaan dengan pihak ketiga mana pun.

Fitur beta

Beberapa fitur dapat diidentifikasi sebagai “beta” atau tidak didukung (“fitur beta”). Penayang tidak boleh mengungkapkan informasi apa pun kepada pihak ketiga mana pun mengenai fitur beta, keberadaan fitur beta non-publik, atau akses ke fitur beta.

Promosi aplikasi

Penayang yang menggunakan promosi aplikasi AdMob dan fitur iklan internal harus memastikan bahwa iklan yang mereka tayangkan melalui fitur tersebut mematuhi kebijakan periklanan AdWords.
Terakhir diperbarui: 4 Juni 2014

sumber : Google Adsense

Komentar

Postingan Populer